JNGOLD.ID - Harga emas dunia kembali mencetak rekor baru atau yang biasa disebut dengan ATH (All Time High). Pada perdagangan Senin (12/01/2026), pergerakan harga emas global masih menunjukkan penguatan yang signifikan. Hingga pukul 12.30 WIB, harga emas di pasar spot tercatat berada di kisaran US$4.574 per troy ons. Harga tersebut melonjak lebih dari 1% dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Capaian ini sekaligus menandai rekor tertinggi yang pernah dicapai logam mulai tersebut.
Penguatan emas tidak terjadi secara tiba-tiba. Dalam sepekan terakhir, harga emas telah naik lebih dari 5%, sementara seara year-to-date sepanjang awal tahun 2026, kenaikannya mendekati 6%. Tren ini mencerminkan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang masih membayangi pasar keuangan dunia, minat investor global terhadap emas terus meningkat.
Salah satu faktor utama yang menopang kenaikan harga emas adalah data ketenagakerjaan terbaru Amerika Serikat yang baru saja rilis. Laporan tersebut menunjukkan bahwa penciptaan lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) pada Desember 2025 hanya mencapai 56.000, lebih rendah dari ekspektasi pasar. Angka tersebut mengindikasikan bahwa pemulihan pasar tenaga kerja AS masih berjalan secara moderat dan belum sepenuhnya solid.
Kondisi ini membuka peluang bagi bank sentral AS, Federal Reserve, untuk melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter melalui penurunan suku bunga acuan. Dalam situasi suku bunga rendah, emas menjadi lebih menarik karena tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika suku bunga turun, biaya peluang untuk memegang emas juga ikut menurun, sehingga permintaannya cenderung meningkat.
Selain faktor ekonomi, ketegangan geopolitik turut memberikan dorongan tambahan bagi harga emas. Situasi politik di Timur Tengah, khususnya di Iran, kembali memanas seiring maraknya aksi demonstrasi dan respons keras dari berbagai pihak. Pernyataan tegas dari pemerintah Amerika Serikat dan balasan dari pejabat Iran menambah kekhawatiran pasar akan potensi eskalasi konflik. Dalam kondisi seperti ini, emas kembali menegaskan perannya sebagai aset lindung nilai atau safe haven yang dipercaya mampu menjaga nilai kekayaan.
Ke depannya, prospek harga emas masih terbuka untuk terus naik dan mencetak rekor baru. Secara teknikal, apabila harga mampu menembus level psikologis US$4.600 per troy ons dengan volume transaksi yang kuat, maka peluang menuju level yang lebih tinggi semakin besar. Namun demikian, investor juga perlu mencermati potensi koreksi jangka pendek, mengingat pergerakan harga saat ini sudah cukup tinggi dalam waktu yang singkat.
Secara keseluruhan, lonjakan harga emas saat ini mencerminkan kombinasi antara faktor fundamental dan sentimen global. Di tengah ketidakpastian ekonomi, kebijakan moneter yang longgar, serta dinamika geopolitik yang belum mereda, emas kembali membuktikan posisinya sebagai aset penting dalam strategi perlindungan nilai dan diversifikasi portofolio jangka panjang.