JNGOLD.ID - Harga emas bergerak nyaris datar di tengah tarik-menarik dua kekuatan besar di pasar: meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dan melonjaknya harga minyak yang mengerek imbal hasil US Treasury. Emas batangan diperdagangkan di kisaran $4.170 per troy ounce, setelahnaik 1,6% pada Kamis, kenaikan harian terbesar dalam lebih dari dua pekan.
Sentimen utama datang dari pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Bangkok. Pidato itu tidak mengubah ekspektasi bahwa bank sentral AS akan menahan suku bunga pada akhir bulan ini. Pelaku pasar pun memangkas taruhan kenaikan suku bunga 25 basis poin, dari peluang sekitar 33% atau satu banding tiga menjadi sekitar 15%. Kabar ini penting bagi pemegang emas, sebab suku bunga tinggi menekan harga logam mulia yang memang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Gerald Gan, Chief Investment Officer Reed Capital Partners, membaca langkah Warsh sebagai upaya yang disengaja. Menurutnya, Warsh berupaya meredam ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga yang lebih hawkish dan memulihkan stabilitas pasar US Treasury. Ia menambahkan bahwa inflasi masih menjadi perhatian dan pengetatan lebih lanjut tidak bisa dikesampingkan, tetapi nada terbaru Warsh menunjukkan belum ada urgensi menaikkan suku bunga secara berturut-turut.
Di sisi lain, emas sempat berbalik melemah pada sebagian sesi perdagangan AS karena imbal hasil US Treasury bertenor panjang naik. Pemicunya adalah harga minyak mentah Brent yang menyentuh US$110 per barel, level tertinggi sejak Mei.
Gambaran setahun ini masih menantang bagi emas. Harganya telah turun sekitar seperlima sejak AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada akhir Februari. Perang tersebut mengganggu pasar energi dan memicu inflasi, sehingga bank-bank sentral memperketat kebijakan moneter. The Fed bahkan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023 pada bulan lalu.
Sepanjang pekan ini, pergerakan emas relatif tertahan. Kekhawatiran atas lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) memicu aksi jual saham teknologi dan reli obligasi yang menekan imbal hasil. Pergerakan itu muncul setelah data inflasi, harga produsen, dan penjualan ritel AS keluar lebih tinggi dari perkiraan. Di pasar logam lainnya, perak dan paladium melemah, sedangkan platinum naik 0,2%. Indeks Bloomberg Dollar Spot juga turun 0,2%.
Bagi yang sedang mempertimbangkan emas batangan, dua hal layak dipantau: keputusan suku bunga The Fed akhir bulan ini dan arah harga minyak. Keduanya terbukti mampu menggerakkan harga emas dalam waktu singkat.