Harga Emas Dunia Bergerak Lesu Empat Hari Beruntun di Tengah Lonjakan Harga Minyak

15 Mei 2026, 10.52 | Admin
Image

JNGOLD.ID - Harga emas dunia kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Jumat pagi dan berpotensi mencatat pelemahan selama empat hari berturut-turut. Tekanan terhadap logam mulia masih dipengaruhi kombinasi sentimen global, mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah hingga kekhawatiran inflasi yang membuat peluang penurunan suku bunga semakin kecil.

Pada Jumat (15/5/2026) pukul 08.33 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat berada di level US$ 4.613,7 per troy ons atau turun sekitar 0,81% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sebelum pelemahan hari ini, harga emas sudah terkoreksi selama tiga hari beruntun dengan total penurunan hampir 2%.

Jika tekanan jual terus berlanjut hingga penutupan perdagangan nanti, maka emas resmi mencatat koreksi empat hari berturut-turut. Kondisi ini menunjukkan pasar masih berhati-hati terhadap prospek pergerakan emas dalam jangka pendek.

Fokus utama pelaku pasar saat ini masih tertuju pada situasi geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang terus memanas menyebabkan Selat Hormuz masih tertutup sehingga mengganggu jalur distribusi berbagai komoditas penting dunia, terutama energi.

Dampaknya langsung terasa pada harga minyak dunia yang tetap bertahan di level tinggi. Harga minyak Brent bahkan sempat mendekati US$ 106 per barel. Lonjakan harga energi tersebut memunculkan kekhawatiran baru terhadap inflasi global yang berpotensi kembali meningkat.

Kondisi itu membuat bank sentral di berbagai negara diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter. Peluang penurunan suku bunga acuan pun menjadi semakin kecil dalam waktu dekat.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset, daya tarik emas biasanya berkurang ketika suku bunga tetap tinggi. Investor cenderung memilih instrumen investasi lain yang menawarkan keuntungan bunga lebih menarik.

Meski demikian, secara teknikal harga emas sebenarnya masih memiliki peluang untuk bangkit dalam perdagangan hari ini. Koreksi yang terjadi selama beberapa hari terakhir membuka peluang munculnya technical rebound atau kenaikan sementara setelah tekanan jual cukup dalam.

Dari sisi analisis teknikal harian, indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 44. Posisi RSI di bawah angka 50 menunjukkan bahwa emas masih berada dalam area bearish atau cenderung melemah.

Sementara itu, indikator Stochastic RSI berada di level 43 yang mengindikasikan tekanan jual masih cukup dominan di pasar.

Pelaku pasar kini mencermati area pivot point di level US$ 4.672 per troy ons. Jika mampu bertahan dan bergerak naik dari area tersebut, harga emas berpotensi menguji level resistance di US$ 4.681 per troy ons yang merupakan area Moving Average (MA) 5.

Apabila momentum penguatan terus berlanjut, maka target resistance berikutnya berada di kisaran US$ 4.689 hingga US$ 4.700 per troy ons. Bahkan dalam skenario paling optimistis, harga emas bisa bergerak menuju US$ 4.775 per troy ons.

Namun sebaliknya, jika tekanan jual kembali mendominasi pasar, maka level US$ 4.597 per troy ons diperkirakan menjadi support terdekat. Penembusan di bawah area tersebut dapat membuka peluang penurunan lebih dalam menuju rentang US$ 4.592 hingga US$ 4.538 per troy ons.