Harga Emas Dunia Rebound ke US$ 4.144 per Troy Ons, Investor Mulai Serok di Harga Bawah

9 Okt. 2026, 13.55 | Admin
Image

JNGOLD.ID - Harga emas dunia di pasar spot ditutup di level US$ 4.144,6 per troy ons pada Kamis (8/10/2026), menguat 0,82% dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini muncul setelah emas terkoreksi lebih dari 1% pada Rabu (7/10/2026). Sepertinya aksi bargain hunting alias serok di harga bawah menjadi pemicunya.

Meski menguat, tren jangka pendek emas masih lemah. Dalam sepekan terakhir harga terpangkas 0,85% secara point-to-point, sementara dalam sebulan terakhir penurunannya mencapai 5,81%. Posisi inilah yang membuat harga emas dinilai sudah cukup murah, sehingga investor kembali melirik dan melakukan aksi borong.

Dari sisi politik global, kabar dari Amerika Serikat ikut menopang harga. Bloomberg News melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump menyebut sudah ada diskusi yang produktif dengan Iran. Trump juga membantah isu serangan AS ke Iran sebelum Pemilu Sela. “Kami tidak akan menyerang Iran sebelum Pemilu Sela AS dilaksanakan pada 3 November,” tegasnya lewat cuitan di media sosial.

Situasi Timur Tengah yang mendingin berdampak langsung ke pasar emas. Harga minyak bisa lebih terkendali, ancaman inflasi tinggi mereda, dan bank sentral tidak perlu menaikkan suku bunga acuan secara agresif. Ini penting karena emas adalah aset non-yielding yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga kurang menguntungkan dipegang ketika suku bunga tinggi.

Faktor lain yang menjaga harga emas adalah pembelian oleh bank sentral berbagai negara. Bank Sentral China (PBoC) menjadi pembeli terbesar dengan menambah sekitar 23 ton emas bulan lalu, yang tercatat sebagai pembelian bulanan terbanyak sejak 2023.

Untuk perdagangan Jumat (9/10/2026), secara teknikal pada time frame harian emas masih terjebak di zona bearish. Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di angka 40, dan RSI di bawah 50 menandakan aset sedang bearish. Stochastic RSI 14 hari ada di 33, menghuni area jual yang kuat.

Meski begitu, peluang naik masih terbuka. Resisten terdekat berada di Moving Average (MA) 10 pada US$ 4.162 per troy ons. Resisten lanjutan ada di rentang US$ 4.179-4.217, dengan target paling optimistis di US$ 4.268. Jika harga berbalik turun, pivot point di US$ 4.115 menjadi level yang perlu dicermati. Dari sana, emas berisiko menguji US$ 4.096-4.011, dengan target paling pesimistis di US$ 3.952 per troy ons.

Bagi yang berencana menambah emas batangan, koreksi sebulan terakhir bisa menjadi momentum untuk masuk bertahap. Dukungan pembelian bank sentral dan meredanya ketegangan geopolitik memberi alasan kuat bahwa emas tetap relevan sebagai penyimpan nilai, meski pergerakan jangka pendeknya masih fluktuatif.