Harga Emas Dunia Terkoreksi, Pasar Cermati Sinyal Kebijakan The Fed

22 Sep. 2026, 15.44 | Admin
Image

JNGOLD.ID - Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Senin (21/9/2026). Di pasar spot, logam mulia ini ditutup di level US$ 4.368,9 per troy ons, turun 0,34% dibandingkan penutupan akhir pekan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi setelah emas sempat menguat dua hari beruntun dengan kenaikan hampir 3%, sehingga wajar jika kemudian muncul aksi ambil untung dari para investor yang sudah mengantongi cuan lumayan.

Selain faktor profit taking, tekanan juga datang dari pernyataan pejabat bank sentral Amerika Serikat. Gubernur The Fed Chicago, Austan Goolsbee, menegaskan bahwa gangguan pasokan yang terjadi berulang dan bertahan lama tidak bisa diabaikan begitu saja. Dalam sebuah acara di London, Inggris, sebagaimana diberitakan Bloomberg News, Goolsbee menyebut gangguan pasokan kini semakin sering terjadi, dampaknya makin signifikan, dan berlangsung lebih lama. Ia menambahkan bahwa ketika gangguan pasokan mulai memicu inflasi yang lebih persisten, maka logika kebijakan yang biasanya mengandalkan proyeksi ke depan jadi kurang relevan.

Pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa The Fed kemungkinan masih akan menempuh kebijakan suku bunga tinggi demi meredam inflasi, bahkan jika langkah ini berisiko menekan perekonomian. Kondisi ini kurang menguntungkan bagi emas, mengingat logam mulia termasuk aset non-yielding alias tidak memberikan imbal hasil rutin. Saat suku bunga tinggi, daya tarik emas otomatis berkurang karena investor punya alternatif instrumen berbunga yang lebih menggiurkan.

Lalu bagaimana arah harga emas hari ini, Selasa (22/9/2026)? Secara teknikal dalam kerangka waktu harian, emas sebenarnya masih bertahan di zona bullish. Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di angka 50, meski posisi ini masih di ambang netral. Sementara Stochastic RSI 14 hari menunjukkan level 61, yang mengindikasikan area beli yang cukup kuat.

Meski begitu, risiko pelemahan lanjutan masih membayangi. Target support terdekat berada di US$ 4.345 per troy ons, yakni level Moving Average (MA) 5. Jika level ini tertembus, MA-10 di US$ 4.338 per troy ons berpotensi menjadi target penurunan berikutnya. Di sisi lain, pivot point berada di US$ 4.375 per troy ons, jika harga mampu menembus level ini, emas berpeluang menguji resisten di kisaran US$ 4.380 hingga US$ 4.395 per troy ons.