JNGOLD.ID - Harga emas dunia turun cukup dalam pada Senin (14/9/2026). Di pasar spot, harganya ditutup di US$ 4.282,7 per troy ons atau turun 1,43% dibanding penutupan akhir pekan lalu. Angka itu jadi yang paling rendah dalam lebih dari sebulan belakangan. Malah, di tengah perdagangan, penurunannya sempat lebih besar lagi, lewat dari 2%. Sebagai gambaran, satu troy ons setara sekitar 31,1 gram, ukuran yang biasa dipakai untuk emas di pasar internasional.
Penyebab utamanya adalah suku bunga yang diperkirakan naik di banyak negara. Pekan lalu, bank sentral Uni Eropa (ECB) sudah menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin atau 0,25% menjadi 2,5%. Minggu ini giliran bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, yang akan mengumumkan keputusannya setelah rapat. Menurut data CME FedWatch, kemungkinan suku bunga Amerika naik 0,25% menjadi 3,75-4% pada rapat 16 September waktu setempat mencapai 92,4%. Artinya, hampir semua pelaku pasar sudah yakin kenaikan itu bakal terjadi.
Kenapa kabar suku bunga bisa menjatuhkan harga emas? Sebab emas tidak memberi bunga atau keuntungan rutin seperti tabungan, deposito, atau obligasi. Ketika bunga bank sedang tinggi, banyak orang lebih memilih menyimpan uang di instrumen yang memberi bunga besar, sehingga minat pada emas untuk sementara berkurang.
Meski begitu, tekanan ini belum tentu bertahan lama. Yuxuan Tang, Asia Head of Rates & FX Strategy dari JPMorgan Private Bank, melihat harga emas masih punya masa depan bagus untuk jangka menengah. "Pengetatan kebijakan moneter akan menambah tekanan ekonomi yang sedang bergulat dengan tingginya harga energi. Ini akan meningkatkan risiko resesi sehingga emas akan kembali menjadi pilihan," kata Tang seperti dikutip Bloomberg News. Maksudnya, bunga yang terlalu tinggi bisa membuat ekonomi lesu, dan saat ekonomi lesu orang biasanya balik lagi memburu emas karena dianggap aset paling aman.
Bagaimana dengan hari ini, Selasa (15/9/2026)? Dari sisi analisis grafik harga harian, emas memang sedang dalam tren melemah. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di angka 44, dan posisi di bawah 50 menandakan tren yang sedang lemah. Namun indikator lain, Stochastic RSI 14 hari, sudah menyentuh angka nol. Ini pertanda harga sudah terlalu banyak dijual, sehingga biasanya muncul dorongan untuk berbalik naik.
Karena itu, harga emas berpeluang menguat hari ini. Batas kenaikan terdekat yang perlu ditembus ada di US$ 4.338 per troy ons. Kalau berhasil lewat, harga bisa bergerak ke kisaran US$ 4.340-4.374 per troy ons, dengan kemungkinan terbaik menyentuh US$ 4.544 per troy ons. Sebaliknya, kalau tekanan jual masih kuat, penahan terdekat ada di US$ 4.276 per troy ons. Jika jebol, harga berisiko melorot ke US$ 4.262-4.234 per troy ons, bahkan paling buruk sampai US$ 4.115 per troy ons.
Buat yang sedang mengincar emas batangan, penurunan seperti sekarang justru sering jadi waktu yang menarik untuk mulai membeli sedikit demi sedikit. Harga sudah tertekan cukup dalam, sementara alasan orang menyimpan emas dalam jangka panjang tetap kuat. Cara paling nyaman biasanya bukan membeli sekaligus dalam jumlah besar, melainkan mencicil secara bertahap agar harga beli rata-ratanya lebih sehat.