Situasi Geopolitik Mulai Ada Kabar Baik, Bagaimana Dengan Harga Emas?

4 Mei 2026, 16.14 | Admin
Image

JNGOLD.ID - Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan pagi hari ini (04/05/2026). Hal ini dipengaruhi oleh sentimen geopolitik yang belum sepenuhnya mereda sehingga membuat pelaku pasar masih cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk membeli emas.

Pada Senin (04/05/2026), harga emas di pasar spot tercatat berada di level US$ 4.596,9 per troy ons. Angka ini turun sekitar 0,34% dibandingkan penutupan perdagangan di akhir pekan sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap harga emas masih berlangsung di tengah ketidakpastian global.

Perkembangan situasi di Timur Tengah tetap menjadi perhatian utama investor. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengarahkan kapal-kapal yang tidak terlibat konflik untuk tetap dapat melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus perdagangan global, terutama distribusi energi yang sangat bergantung pada jalur tersebut.

Namun demikian, pasar tampaknya belum sepenuhnya bisa percaya. Mengingat hubungan kedua negara ini yang kerap mengalami pasang surut membuat investor memilih bersikap defensif sambil menunggu kepastian yang lebih jelas.

Sejak konflik memanas pada akhir Februari lalu, harga emas justru mengalami penurunan cukup signifikan, yakni sekitar 12%. Kondisi ini cukup menarik, mengingat emas biasanya dianggap sebagai aset lindung nilai saat terjadi ketegangan geopolitik. Namun dalam situasi saat ini, lonjakan harga energi akibat konflik justru memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi.

Jika harga energi terus meningkat, tekanan inflasi global bisa semakin besar. Hal ini berpotensi membuat bank sentral, termasuk The Fed, menahan rencana penurunan suku bunga. Padahal, emas cenderung lebih diminati ketika suku bunga rendah. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, daya tarik emas menjadi berkurang ketika suku bunga tetap tinggi.

Dari sisi teknikal, pergerakan harga emas saat ini masih berada dalam kecenderungan bearish. Meski demikian, peluang rebound tetap terbuka dalam jangka pendek. Level pivot di US$ 4.621 per troy ons menjadi titik penting yang perlu diperhatikan. Jika harga mampu bergerak naik dari area tersebut, maka potensi penguatan ke level resistance di US$ 4.635 per troy ons cukup terbuka. Penguatan lanjutan bahkan bisa mengarah ke kisaran US$ 4.647 hingga US$ 4.660 per troy ons.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mendominasi, maka level US$ 4.583 per troy ons menjadi area support terdekat. Jika berhasil menembus level ini, harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan ke kisaran US$ 4.578 hingga US$ 4.575 per troy ons.

Dengan berbagai faktor yang masih saling tarik menarik, pergerakan harga emas hari ini diperkirakan akan tetap fluktuatif. Investor disarankan untuk mencermati perkembangan geopolitik serta arah kebijakan moneter global sebagai penentu utama arah harga emas selanjutnya.