Harga Emas Melesat Hampir 6% Sepekan, Lanjut Naik atau Terkoreksi?

24 Agu 2026, 16.24 | Admin
Image

JNGOLD.ID - Harga emas dunia kembali mencuri perhatian pasar global. Pada penutupan perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, harga emas spot melonjak 2,03% dan bertengger di level US$ 4.607,4 per troy ons, level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir sejak pertengahan Mei. Sepanjang pekan lalu saja, kenaikan harga logam mulia ini mencapai hampir 6% secara point-to-point, sebuah pergerakan yang tergolong signifikan untuk aset yang selama ini dikenal sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang.

Lonjakan tersebut tidak lepas dari langkah Departemen Keuangan Amerika Serikat yang melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah. Kebijakan ini bertujuan menekan imbal hasil surat utang agar beban pembayaran bunga pemerintah bisa lebih ringan. Bagi emas, situasi ini justru menjadi angin segar. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas menjadi pilihan yang lebih menarik ketika instrumen investasi lain seperti obligasi menawarkan keuntungan yang semakin tipis. Bhanu Baweja, Chief Strategist di UBS Group AG, bahkan menyebut langkah tersebut sebagai sinyal penting bagi emas, dengan dolar AS yang harus menanggung konsekuensinya.

Pelemahan dolar turut memperkuat momentum kenaikan emas. Dollar Index yang mengukur kekuatan mata uang Paman Sam terhadap enam mata uang utama dunia tercatat melemah hampir 1% sepanjang pekan lalu. Karena emas diperdagangkan dalam denominasi dolar, pelemahan ini membuat harga emas menjadi lebih terjangkau bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga permintaan pun cenderung meningkat.

Meski tren jangka menengah masih terlihat positif, potensi koreksi harus tetap diwaspadai untuk perdagangan pekan ini. Dari sisi teknikal, Relative Strength Index 14 hari berada di angka 58, menandakan posisi bullish karena berada di atas level 50. Namun indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh titik 100, kondisi jenuh beli yang ekstrem. Ini mengisyaratkan harga emas rentan mengalami koreksi setelah kenaikan tajam yang terjadi belakangan.

Pivot point berada di level US$ 4.520 per troy ons. Jika tertembus ke bawah, support berikutnya mengarah ke rentang US$ 4.464 hingga US$ 4.212, dengan skenario paling pesimistis di US$ 4.141 per troy ons. Sebaliknya, jika momentum bullish masih kuat, resisten terdekat berada di US$ 4.632, yang berpotensi membuka jalan menuju US$ 4.716 hingga US$ 4.772, bahkan target optimistis di US$ 5.086 per troy ons. Bagi yang tertarik memiliki emas batangan, momen fluktuasi seperti ini sering kali menjadi peluang strategis untuk mengatur waktu pembelian dengan lebih cermat.