Harga Emas Terkoreksi Dalam di September, Bagaimana Prediksi Untuk Oktober?

1 Okt. 2026, 10.12 | Admin
Image

JNGOLD.ID - Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Rabu (30/9/2026). Di pasar spot, logam mulia ini berakhir di level US$ 4.156 per troy ons, turun 0,63% dari hari sebelumnya. Penurunan harian itu menutup bulan dengan koreksi lebih dari 6% sepanjang September, yang menjadi koreksi bulanan terdalam sejak Juni.

Tekanan utama datang dari arah kebijakan moneter global. Bank sentral besar dunia, yaitu Federal Reserve (Amerika Serikat), ECB (Uni Eropa), dan BoJ (Jepang), sama-sama menaikkan suku bunga acuan pada rapat bulan lalu. Pelaku pasar memperkirakan ini belum menjadi kenaikan terakhir, sebab risiko inflasi masih membayangi akibat harga energi yang tinggi karena konflik di Timur Tengah.

Kondisi tersebut kurang bersahabat bagi emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), emas menjadi kurang menarik ketika suku bunga tinggi. Ewa Manthey, Commodity Strategist di ING Bank, seperti dikutip dari Bloomberg News, menegaskan bahwa kenaikan yield obligasi dan risiko pengetatan kebijakan moneter membuat emas rentan terhadap aksi jual.

Meski begitu, sinyal teknikalnya menarik dicermati. Pada time frame bulanan, emas masih berada di zona bullish. Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di angka 58, sementara RSI di atas 50 menandakan aset sedang dalam posisi bullish. Di sisi lain, indikator Stochastic RSI berada di level nol, kondisi jenuh jual (oversold) yang paling ekstrem. Dengan kombinasi ini, harga emas berpeluang naik pada Oktober.

Kalau harga emas mulai naik, rintangan pertama ada di sekitar US$ 4.239 per troy ons. Angka ini adalah rata-rata harga lima periode terakhir (Moving Average/MA 5), yang biasanya jadi titik tertahan sementara. Rintangan yang lebih penting ada di US$ 4.389. Kalau harga berhasil menembus level ini, jalan menuju kenaikan lebih lanjut terbuka, dengan harga berpeluang bergerak ke kisaran US$ 4.511 sampai US$ 5.067 per troy ons. Dalam skenario paling optimistis, emas bisa menyentuh US$ 5.467 per troy ons.

Sebaliknya, kalau harga justru turun, batas bawah terdekat ada di US$ 4.080 per troy ons. Level ini berfungsi seperti lantai yang menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam. Jika lantai itu jebol, harga berisiko turun ke kisaran US$ 3.969 sampai US$ 3.710 per troy ons. Dalam skenario paling buruk, emas bisa merosot hingga US$ 3.401 per troy ons.

Bagi yang menyimpan emas batangan untuk jangka panjang, koreksi seperti ini bisa menjadi momen untuk mencicil, terutama ketika indikator teknikal menunjukkan harga sudah sangat jenuh jual. Namun, proyeksi di atas bersifat analisis teknikal, bukan jaminan arah harga. Pantau terus keputusan suku bunga bank sentral dan perkembangan harga energi, karena keduanya akan sangat menentukan gerak emas pada bulan ini.